B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI

KONDISI SEKOLAH DITINJAU DARI :

1.Standar Isi

Standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kalender pendidikan/akademik.

a.Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi

Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum, beban belajar, kalender akademik, dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SDN Ketintang I/409 terdiri dari: kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan. Setiap kelompok mata pelajaran sebagian masih dilaksanakan secara terpisah kecuali untuk kelas 1, 2 dan 3 karena telah menggunakan pendekatan tematik. Sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran belum mewarnai pemahaman dan penghayatan peserta didik.

b.Beban Belajar

Beban belajar SDN Ketintang I/409 belum diperhitungkan secara maksimal dan terinci dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri khas masing-masing.

c.Kurikulum Kecakapan Hidup

Kurikulum di SDN Ketintang I/409 telah memasukkan pendidikan kecakapan hidup, namun pendidikan kecakapan hidup yang telah dijalankan baru mencakup kecakapan pribadi dan kecapakan sosial sedangkan kecakapan akademik dan kecakapan vokasional belum dikembangkan. Seharusnya pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok kewarganegaraan, keimanan dan ketakwaan, pendidikan akhlak mulia dan kepribadian, pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan estetika, atau pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

d.Kurikulum Muatan Lokal

Kurikulum untuk SDN Ketintang I/409 seharusnya dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal, namun dengan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia sehingga kurikulum muatan lokal hanya mengacu pada keputusan hasil rapat kerja kepala sekolah. Akibat dari penyeragaman tersebut maka keunggulan lokal menjadi tidak tereksplorasi. Kurikulum muatan lokal mengacu pada referensi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang terdiri dari Bahasa Jawa, Bahasa Inggris dan Komputer.

e.Kalender Pendidikan

Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Untuk setiap satuan pendidikan harus mengacu pada peraturan meteri, khususnya sekolah dasar negeri.

2.Standar Proses

Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien seharusnya setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian proses pembelajaran, dan pengawasan yang baik. Perencanaan di SDN Ketintang I/409 telah dibuat secara rutin dan konsisten namun sebenarnya harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum, silabus untuk setiap mata pelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku teks pelajaran, pedoman penilaian, dan alat/media pembelajaran. Melalui KKG, silabus dan RPP dibuat secara kelompok dalam satuan gugus sekolah karena terbatasnya kemampuan guru. Pelaksanaan proses pembelajaran sementara ini belum memungkinkan memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik karena faktor kebutuhan ruang yang tidak memenuhi syarat. Rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik, dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik juga belum terealisasi.

Penilaian proses pembelajaran di SDN Ketintang I/409 untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya menggunakan berbagia teknik penilaian, termasuk ulangan dan atau penugasan, sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi belum mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik, serta observasi dan evaluasi harian secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Penilaian proses pembelajaran baru dalam tahap mencakup aspek kognitif sedangkan aspek psikomotorik, dan afektif sering diabaikan. Pengawasan baru mencakup pemantauan, supervisi, evaluasi, sedangkan pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan belum secara konsisten dilakukan.

3.Standar Kompetensi Lulusan

Standar kompetensi lulusan seharusnya meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, termasuk kompetensi membaca dan menulis. Kompetensi lulusan juga mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Namun jika standar kompetensi lulusan di SDN Ketintang I/409 mengacu pada standar ketuntasan belajar yang tinggi, maka angka mengulang di kelas VI akan melebihi 5% disebabkan input siswa kelas I yang beragam (tidak semua melalui TK). Oleh karena itu Standar Kompetensi Lulusan di SDN Ketintang I/409 diarahkan secara bertahap untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

4.Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar pendidik di SDN Ketintang I/409 ditinjau dari :
a.Kompetensi pedagogik :

dalam hal perencangan dan pelaksanaan pembelajaran para pendidik masih konvensional. Pengembangan peserta didik dalam mengaktualisasikan diri belum maksimal.

b.Kompetensi kepribadian :

rendahnya konsep diri dan pencitraan diri seorang pendidik menyebabkan para pendidik memiliki kepribadian yang labil.

c.Kompetensi sosial :

rasa humanisme yang terbangun kadangkala mengurangi derajat profesionalisme sehingga para pendidik cenderung bersifat subyektif.

5.Standar Prasarana dan Sarana

SDN Ketintang I/409 dalam hal standar prasarana pendidikan yang mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan telah memenuhi syarat yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang kantin, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, dan tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan pengadaannya telah dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

6.Standar Pengelolaan

SDN Ketintang I/409 dikelola atas dasar Rencana Pengembangan Sekolah dan Rencana Kerja Tahunan meskipun masih sangat jauh dari sempurna. Selama ini rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari RPS ang merupakan rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang melipuri masa 4 (empat) tahun. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ekstrakurikuler dan hari libur; mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal, semester genap, penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya; buku teks pelajaran yang dipakai pada masing-masing mata pelajaran; jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelajaran, pengadaan, penggunaan, dan persediaan minimal bahan habis pakai; program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurang-kurangnya jenis, durasi, peserta dan penyelenggara program, jadwal rapat Dewan pendidik, rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali murid, dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah; rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun; jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Rencana kerja juga harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah.

7.Standar Pembiayaan

Biaya penyelenggaraan pendidikan di SDN Ketintang I/409 selama ini hanya mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat ( BOSNA ) dan Pemerintah Kota Surabaya ( BOPDA ), Untuk kegiatan yang bersifat insidental sekolah menggalang sumbangan sukarela.

8.Standar Penilaian

Standar penilaian pendidikan di SDN Ketintang I/409 telah sesuai dengan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri No. 20 tahun 2007.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s